Dosen UIN Malang Dorong Santri MDH MAN 1 Asah Nalar Kritis Lewat Menulis

  • Bagikan
Dosen UIN Malang Dorong Santri MDH MAN 1 Asah Nalar Kritis Lewat Menulis

MALANG, sekitarjatim.com — Kemampuan menulis dinilai penting bagi santri untuk melatih cara berpikir kritis sekaligus menyampaikan gagasan secara sistematis. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal pengembangan diri yang berguna dalam dunia akademik maupun profesi.

Hal itu disampaikan Dosen Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Kholilur Rohman, M.Pd., saat memberikan pelatihan kepenulisan kepada santri Ma’had Darul Hikmah (MDH) MAN 1 Kota Malang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ma’had Darul Hikmah itu mengangkat tema “Dari Ide Menjadi Karya: Menemukan Serunya Dunia Kepenulisan”.

Di hadapan para santri, Kholil menjelaskan bahwa aktivitas menulis tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan merangkai kata. Penulis juga dituntut mampu mengolah pemikiran, menyusun gagasan, dan menghadirkan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:  Motorola Razr 60 Resmi Masuk Indonesia, Dijual Mulai 25 Februari dengan Harga Sekitar Rp11 Jutaan

“Menulis adalah salah satu upaya untuk melatih daya nalar kritis. Melalui menulis, kita belajar menyampaikan gagasan secara terstruktur, membangun argumen yang kuat, serta menggunakan dalil atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para santri dikenalkan dengan tahapan mengembangkan sebuah ide hingga menjadi tulisan. Materi juga menyentuh karakteristik karya fiksi dan ilmiah yang memiliki tujuan serta pendekatan berbeda.

Kholil turut membagikan sejumlah kiat dasar yang dapat diterapkan santri ketika mulai menulis. Salah satunya dengan membangun kebiasaan menulis secara bertahap dan tidak berhenti hanya karena kesulitan mengembangkan ide.

BACA JUGA:  Peringati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Narkotika Pamekasan Berbagi 75 Paket Sembako kepada Warga

Ia juga menceritakan pengalamannya menekuni dunia kepenulisan sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah. Pengalaman tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa kemampuan menulis tidak terbentuk secara instan, melainkan dapat berkembang melalui latihan dan kebiasaan.

Para santri terlihat aktif selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan, terutama mengenai cara menemukan ide, mengembangkan gagasan, hingga membedakan pendekatan dalam penulisan karya fiksi dan ilmiah.

Melalui pelatihan tersebut, kemampuan menulis diharapkan tidak berhenti pada aktivitas menghasilkan sebuah karya. Keterampilan itu juga diarahkan untuk membangun kemampuan santri dalam berpikir kritis, berkomunikasi, serta menyampaikan gagasan secara terstruktur.(gi’/qin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *