IKA UIN Malang Siapkan 8 Departemen, Hasanuddin Wahid Ingin Alumni Punya Harapan Bersama

  • Bagikan
IKA UIN Malang Siapkan 8 Departemen, Hasanuddin Wahid Ingin Alumni Punya Harapan Bersama

MALANG, sekitarjatim.com – Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (IKA UIN Malang) menyiapkan delapan departemen untuk menggerakkan organisasi periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. H. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., organisasi alumni ini diarahkan menjadi rumah bersama yang mampu membangun dan merawat harapan (hope) bagi alumni lintas generasi dan profesi, pada 31 Oktotober 2026.

Ketua Umum IKA UIN Malang, Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi. Lebih dari itu, IKA UIN Malang harus mampu menghadirkan ruang bertumbuh, membuka kesempatan, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

Menurut Hasanuddin, latar belakang alumni UIN Malang sangat beragam. Mereka memiliki profesi, pengalaman, kondisi sosial, hingga perjalanan kehidupan yang berbeda. Karena itu, organisasi harus mampu menjadi ruang bersama yang dapat menghubungkan berbagai potensi tersebut.

“Keluarga Alumni UIN Malang ini dibentuk untuk membangun dan memelihara hope bagi para alumni di semua sektor dan lintas generasi. Ini penting karena profesi dan nasib alumni berbeda-beda. Organisasi harus menjadi rumah bersama yang menghadirkan harapan, ruang bertumbuh, dan kesempatan untuk saling menguatkan,” ujar Hasanuddin.

Gagasan membangun harapan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam struktur kepengurusan melalui delapan departemen. Masing-masing departemen memiliki fokus kerja berbeda, mulai dari penguatan organisasi, pengembangan karier, ekonomi digital, hingga pemberdayaan masyarakat.

Delapan Departemen IKA UIN Malang

Pertama, Departemen Organisasi dan Kelembagaan Alumni (OKA). Departemen ini bertugas memperkuat konsolidasi organisasi, tata kelola, serta jejaring kelembagaan alumni. Penguatan struktur organisasi diharapkan dapat menghimpun potensi alumni agar lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Peringati Harlah PMII ke-63, PMII Komisariat Sunan Ampel Malang Gelar Ngaji Aswaja dan Khotmil Qur’an

Kedua, Departemen Pengembangan Karier dan Talent Mapping (PKTP). Departemen ini berfokus pada pemetaan potensi, kompetensi, dan kebutuhan karier alumni. Melalui pemetaan tersebut, organisasi diharapkan dapat mempertemukan alumni dengan peluang kerja, pengembangan profesi, serta kolaborasi lintas sektor.

Ketiga, Departemen Ekonomi Digital dan Kewirausahaan (EDK). Bidang ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi alumni melalui pengembangan kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital. Programnya diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas akses pasar, serta membangun kolaborasi ekonomi ant alumni.

Keempat, Departemen Hubungan Kelembagaan dan Jejaring Global (HKJG). Departemen ini bertugas memperluas kemitraan dengan lembaga pemerintahan, dunia usaha, komunitas profesional, hingga jaringan internasional. Penguatan jejaring tersebut diharapkan membuka akses kerja sama yang lebih luas bagi alumni maupun almamater.

Kelima, Departemen Riset, Inovasi, dan Moderasi Beragama (RIMB). Departemen ini menjadi ruang pengembangan kontribusi alumni dalam bidang penelitian, inovasi, dan penguatan moderasi beragama. Kapasitas akademik serta pengalaman profesional alumni diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keenam, Departemen Media, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (MTIK). Departemen ini berperan memperkuat komunikasi organisasi, pengelolaan informasi, serta pemanfaatan teknologi digital. Melalui komunikasi yang efektif, hubungan ant alumni lintas wilayah dan generasi diharapkan tetap terjaga.

Ketujuh, Departemen Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat (APM). Bidang ini diarahkan untuk memperkuat peran sosial organisasi melalui kegiatan advokasi dan pemberdayaan masyarakat. Departemen tersebut diharapkan mampu menghubungkan kapasitas alumni dengan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kontribusi nyata.

BACA JUGA:  Demo 25 Agustus di DPR Ricuh, Massa Bakar Ban dan Spanduk

Kedelapan, Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Departemen ini berfokus pada penguatan peran perempuan serta perlindungan anak. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun komunitas alumni yang inklusif, memberikan ruang partisipasi setara, dan memiliki kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perlindungan.

Delapan departemen tersebut tidak sekadar menjadi pembagian struktur organisasi. Masing-masing dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pencapaian tujuan besar IKA UIN Malang.

Pengembangan karier, misalnya, dapat terhubung dengan penguatan jejaring kelembagaan dan global. Pengembangan ekonomi alumni dapat didukung oleh teknologi digital, sementara pemberdayaan masyarakat dapat diperkuat melalui riset, inovasi, dan advokasi.

Dengan pola kerja kolaboratif tersebut, IKA UIN Malang diharapkan tidak hanya aktif menjalankan agenda organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh para alumni.

Semangat hope yang diusung Hasanuddin Wahid menjadi pesan bahwa tidak boleh ada alumni yang merasa ditinggalkan hanya karena perbedaan profesi, angkatan, maupun kondisi kehidupannya.

Pada akhirnya, keberhasilan IKA UIN Malang bukan semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, keberhasilan organisasi akan terlihat dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka peluang, memperkuat solidaritas, dan menjaga keterhubungan alumni dengan sesama alumni maupun almamater.(qin/*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *