SUMENEP, sekitarjatim.com – Lembaga hijAI Akademi Qur’an mendelegasikan lima kadernya untuk melakukan pendampingan pendidikan Al-Qur’an di MTs dan SMA Raudlatul Ulum Kapedi, Kabupaten Sumenep. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Delegasi kader itu ditandai dengan kegiatan temu kenal sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lembaga hijAI Akademi Qur’an dan MTs serta SMA Raudlatul Ulum Kapedi. Acara berlangsung di Ruang Rapat Yayasan Ar-Raudlah, Kapedi, pada Jumat (3/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Ar-Raudlah, perwakilan mentor hijAI Akademi Qur’an Ustadzah Isyatin Rodiyah, S.Psi., M.Si., perwakilan MTs dan SMA Raudlatul Ulum Kapedi, serta lima utusan hijAI yang akan menjalankan program pendampingan dan pembinaan.
Ketua Yayasan Ar-Raudlah, Ustadz A. Hanief Zayyadi, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran hijAI Akademi Qur’an memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di lingkungan pelajar.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. hijAI harus segera dibesarkan agar lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mentor hijAI Akademi Qur’an, Ustadzah Isyatin Rodiyah, menyatakan bahwa program pendampingan tersebut merupakan respons terhadap tantangan era digital yang semakin kompleks, khususnya bagi pelajar dan santri.
“hijAI hadir untuk menjawab tantangan era digital yang pengaruhnya sangat kuat. Masa depan akan sangat ditentukan oleh bagaimana pondasi keagamaan pelajar hari ini dibangun,” jelasnya.
Lima utusan hijAI akan difokuskan pada pendampingan baca tulis Al-Qur’an, penguatan karakter Qur’ani, serta pengembangan metode pembelajaran yang komunikatif dan relevan dengan dunia remaja. Pendekatan yang diterapkan bersifat kontekstual dan dialogis, tanpa meninggalkan nilai dasar pendidikan Islam.
Ke depan, hijAI Akademi Qur’an berencana mengembangkan berbagai program inovatif yang menyasar generasi muda, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan dakwah, sekaligus menyiapkan generasi berakhlak Qur’ani yang mampu menghadapi tantangan masa depan.(qin/gi’)






