ENTERTAINMENT – Aktris Evangeline Lilly mengawali tahun baru dengan kabar kondisi kesehatan serius. Pemeran film Ant-Man and the Wasp itu mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kerusakan otak akibat cedera kepala traumatis setelah mengalami kecelakaan di Hawaii.
Melalui unggahan di media sosial pada 2 Januari, Lilly menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya penurunan fungsi kognitif. Insiden tersebut terjadi saat ia pingsan dan terjatuh dengan posisi wajah menghantam batu besar.
Dalam rekaman video yang dibuat pada 1 Januari, aktris serial Lost itu menyebut hasil pemindaian otak menunjukkan hampir seluruh area otaknya bekerja di bawah kapasitas normal. Ia mengatakan kini tengah menjalani pendampingan medis untuk memahami tingkat cedera sekaligus memulai proses pemulihan yang diperkirakan tidak mudah.
Lilly juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengalami episode pingsan sejak masa kanak-kanak. Dalam sebuah esai yang ditulis sebelumnya, ia menyebut kerap mengalami kondisi kehilangan kesadaran secara tiba-tiba sejak kecil. Saat itu, dokter sempat menduga epilepsi sebelum akhirnya mendiagnosis hipoglikemia tanpa pemeriksaan lanjutan.
Seiring bertambahnya usia, Lilly menjalani berbagai pemeriksaan darah. Namun, hasilnya menunjukkan kadar glukosa yang relatif normal, bahkan setelah berpuasa atau mengalami pingsan. Hal tersebut membuat dugaan hipoglikemia perlahan disingkirkan, sementara penyebab utama gangguan tersebut tidak pernah benar-benar teridentifikasi.
Ia mengakui harus menerima kenyataan hidup dengan kondisi medis yang tidak sepenuhnya terjelaskan. Suaminya, Norman Kali, bahkan pernah menyebut bahwa Lilly terlihat seperti tidak bernyawa saat mengalami episode pingsan.
Setelah dokter memastikan adanya penurunan kognitif akibat cedera kepala, Lilly memilih memperlambat aktivitas dan menutup tahun 2025 dengan lebih banyak beristirahat. Ia menyebut libur Natal kali ini menjadi salah satu periode paling tenang yang pernah ia rasakan dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Lilly menyampaikan rasa syukur masih diberi kesempatan menjalani hidup dan berkomitmen menjalani proses pemulihan secara bertahap di bawah pengawasan medis.(*/gi’)






