MADIUN, sekitarjatim.com — Pemerintah Kota Madiun menyiapkan dana operasional sebesar Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT) guna mendukung program pemilahan sampah dari rumah. Anggaran tersebut ditargetkan mulai dicairkan pada akhir Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan target penanganan sampah menuju Zero Waste 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun meminta proses pencairan dana segera direalisasikan karena masyarakat telah menunggu pelaksanaan program tersebut.
“Saya minta segera, karena masyarakat sudah menunggu. Kalau bisa 31 Agustus nanti sudah mulai dicairkan,” ujar Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat memimpin rapat dinas rutin di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Jawa Timur, Senin.
Dana Rp10 juta itu akan digunakan masing-masing RT untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungannya, baik sampah organik maupun anorganik. Pelaksanaannya akan melibatkan tim Pendekar Hijau yang telah dibentuk untuk mendampingi pengelolaan sampah di tingkat RT.
Menurut Bagus, anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Pemkot kini tinggal mematangkan mekanisme pencairan, termasuk kemungkinan penyaluran secara serentak atau bertahap berdasarkan wilayah kelurahan.
“Sesuai laporan dari teman-teman organisasi perangkat daerah (OPD), anggarannya sudah siap. Kapanpun mau dicairkan sudah siap. Tinggal kita samakan teknisnya, apakah mau dicairkan serentak atau per kelurahan,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah dinilai menjadi salah satu kunci dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Kalau semua tidak terlibat dalam pilah sampah mulai dari rumah, urusan sampah ini akan berat. Sampah yang masuk diproses ke TPA terus bertambah dan residunya pasti akan banyak. Kita harus mengurangi,” katanya.
Program Zero Waste 2027, lanjutnya, bukan berarti tidak ada lagi sampah yang dihasilkan masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan yang lebih optimal sehingga persoalan sampah dapat ditekan.
Selain membahas program pemilahan sampah dari rumah, rapat dinas tersebut juga menyoroti sejumlah program prioritas lain, di antaranya kelanjutan pembangunan Kampung Jepang, pengembangan sektor wisata bersama Perhutani Forestry Institute, serta percepatan realisasi belanja daerah.
Pemkot Madiun mencatat serapan anggaran hingga Agustus 2026 telah mencapai 43,3 persen. Bagus meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran sesuai target yang telah ditetapkan.(*)






