SURABAYA, sekitarjatim.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) memberikan tarif khusus layanan Trans Jatim dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program promo tersebut berlaku selama sepekan, mulai 11 hingga 17 Agustus 2026. Tarif khusus diberikan melalui pembayaran digital menggunakan QRIS Tap dan QRIS Dinamis.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus kado kemerdekaan bagi masyarakat Jawa Timur.
“Ini kado kemerdekaan untuk masyarakat Jawa Timur. Silahkan dinikmati dan dimanfaatkan program potongan tarif Trans Jatim selama sepekan ini. Mari kita semarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus semakin membiasakan menggunakan transportasi publik,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan misi dagang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (11/8).
Promo berlaku untuk layanan Trans Jatim di wilayah Gerbangkertasusila dan Malang Raya. Namun, program tersebut tidak berlaku untuk layanan Trans Jatim Luxury.
Pembayaran melalui QRIS Tap memberikan tarif khusus Rp81 untuk satu kali perjalanan. Angka tersebut dipilih untuk menyesuaikan dengan usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang memasuki 81 tahun.
Sementara itu, pembayaran menggunakan QRIS Dinamis mendapatkan potongan tarif sebesar 81 persen dari tarif normal.
Setelah mendapatkan diskon, penumpang kategori umum cukup membayar Rp950 per perjalanan. Adapun pelajar, santri, dan mahasiswa dikenakan tarif Rp475 per perjalanan.
“Angka 81 tentu kita pilih sesuai usia kemerdekaan Indonesia tahun ini. Mudah-mudahan masyarakat bisa merasakan langsung semarak kemerdekaan melalui pelayanan transportasi publik yang semakin mudah dan terjangkau,” ungkapnya.
Meski demikian, promo tersebut memiliki kuota harian yang terbatas. Untuk pembayaran menggunakan QRIS Dinamis tersedia 3.135 tiket per hari, terdiri atas 2.475 kuota penumpang umum dan 660 kuota untuk pelajar, santri, serta mahasiswa.
Sementara melalui QRIS Tap tersedia 221 kuota per hari. Rinciannya 179 kuota untuk penumpang umum dan 42 kuota bagi pelajar, santri, serta mahasiswa.
Masyarakat diminta memperhatikan ketersediaan kuota sebelum menggunakan layanan dengan tarif promo tersebut.
Khofifah mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keringanan biaya perjalanan. Kolaborasi dengan BI juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem transportasi publik sekaligus mendorong penggunaan transaksi digital.
Menurutnya, sistem pembayaran digital dapat membuat layanan transportasi menjadi lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.
“Trans Jatim terus kita kembangkan sebagai transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau dan semakin terintegrasi secara digital. Harapannya masyarakat semakin mudah mengakses transportasi publik untuk menunjang mobilitas sehari-hari,” ujarnya.
Program tersebut juga membawa kampanye “Pakai QRIS untuk Indonesia Maju” sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi nontunai di sektor transportasi massal.
Khofifah menilai penguatan transportasi publik penting untuk meningkatkan konektivitas antardaerah. Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong perluasan jangkauan sekaligus peningkatan kualitas layanan Trans Jatim.
“Transportasi publik dan digitalisasi harus berjalan beriringan. Semakin mudah, aman dan nyaman layanannya, kita berharap semakin banyak masyarakat yang memilih transportasi publik,” katanya.
Khofifah mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut selama periode promo sekaligus menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai dorongan untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik dan transaksi digital.
“Mari manfaatkan promo ini. Semoga kado kemerdekaan ini memberikan manfaat dan menambah semarak peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia di Jawa Timur. Dirgahayu Republik Indonesia, terus melaju bersama untuk Indonesia yang semakin maju,” pungkasnya.(*)






