Desak Made Rita Kukuhkan Posisi sebagai Pemanjat Speed Nomor Satu Dunia

  • Bagikan
Desak Made Rita Kukuhkan Posisi sebagai Pemanjat Speed Nomor Satu Dunia

JAKARTA, sekitarjatim.com – Atlet panjat tebing nomor speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, resmi menduduki peringkat pertama dunia versi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) setelah meraih medali emas pada ajang World Climbing Series Krakow 2026 yang berlangsung di Polandia, 3–5 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Desak ke puncak klasemen dunia dengan koleksi 3.670 poin, hasil akumulasi penampilan pada sejumlah seri World Climbing sepanjang musim ini. Tambahan poin juga diperoleh dari nomor women relay, di mana atlet asal Bali itu sukses meraih medali perunggu.

Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia disiplin speed, Galar Pandu Asmoro, menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi Desak dalam menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk Asian Games 2026.

“Peringkat ini penting bagi atlet agar semakin percaya diri menghadapi Asian Games 2026,” ujar Galar Pandu Asmoro di Jakarta, Selasa.

BACA JUGA:  Banteng Muda Indonesia Kabupaten Malang Gelar Panggung Kreasi dan Pasar Rakyat

Menurutnya, status sebagai pemanjat tercepat dunia tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri atlet, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama pada nomor speed di tingkat internasional.

“Pencapaian itu juga menunjukkan bahwa Indonesia masih kompetitif di disiplin speed,” katanya.

Berdasarkan pembaruan peringkat IFSC, Desak unggul atas atlet Polandia Aleksandra Miroslaw yang berada di posisi kedua dengan 3.610 poin. Sementara peringkat ketiga ditempati kompatriot Miroslaw, Natalia Kalucka, yang mengoleksi 3.495 poin.

Posisi empat hingga enam masing-masing dihuni Yafei Zhou (China) dengan 3.422 poin, Jimin Jeong (Korea Selatan) yang mengumpulkan 3.286 poin, serta Emma Hunt (Amerika Serikat) dengan 3.203 poin.

Indonesia juga menempatkan dua atlet lain di sektor speed putri dalam daftar peringkat dunia. Rajiah Salsabillah menempati peringkat ke-15 dengan 1.903 poin, sedangkan Kadek Adi Asih berada di posisi ke-23 setelah mengumpulkan 982 poin.

BACA JUGA:  BMI Hadiri Mujahadah Robu'usanah Wahidiyah Kabupaten Malang

Di kategori speed putra, Indonesia masih memiliki sejumlah atlet yang bersaing di jajaran atas dunia. Raharjati Nursamsa menempati peringkat ketujuh dengan 2.750 poin, diikuti Anstasyafi Robby Al Hilmi di posisi ke-16 dengan 1.545 poin.

Sementara itu, Veddriq Leonardo berada di peringkat ke-22 dengan 1.172 poin, disusul Kiromal Katibin di posisi ke-24 dengan 1.119 poin, Aditya Tri Syahria di peringkat ke-26 dengan 985 poin, dan Alfian Muhammad Fajri di posisi ke-53 dengan 193 poin.

Sesuai regulasi IFSC, perolehan poin atlet akan terus berubah mengikuti hasil yang diraih pada setiap seri World Climbing. Dengan demikian, klasemen dunia bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan pada setiap penyelenggaraan kompetisi berikutnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *