Mahasiswa Demo 100 Hari Kerja Bupati Sumenep, Tuntut Evaluasi OPD dan Bubarkan BUMD

  • Bagikan
Mahasiswa Demo 100 Hari Kerja Bupati Sumenep, Tuntut Evaluasi OPD dan Bubarkan BUMD

SUMENEP, SekitarJatim.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sumenep, Senin (20/5/2025). Demonstrasi dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kinerja Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Imam Hasyim.

Massa bergerak dari Taman Tajamara, Desa Kolor, menuju kompleks Kantor Pemkab Sumenep. Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung berorasi dan menyampaikan tuntutan secara bergantian.

Koordinator aksi, Abd Halim, menilai tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat sejak pasangan Fauzi-Imam kembali menjabat. Ia menuding banyak program unggulan yang dijanjikan saat kampanye belum direalisasikan.

BACA JUGA:  Polda Jatim dan BNN Ungkap 52 Bungkus Sabu di Pulau Masalembu

“Kami tidak melihat perubahan konkret di lapangan. Banyak kebutuhan masyarakat yang masih belum tersentuh, bahkan kinerja sejumlah OPD tidak mencerminkan semangat pelayanan seperti tagline ‘Bismillah Melayani’,” tegas Halim dalam orasinya.

AMS juga mendesak pemerintah daerah segera mengevaluasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugas. Mereka menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), serta Dinas Sosial.

“Beberapa dinas tersebut tidak menjalankan fungsinya secara optimal. Bupati harus segera ambil langkah tegas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Momen Perayaan Waisak, Ganjar Pranowo disambut hangat Warga Glodok

Selain itu, massa juga menuntut agar Bupati Fauzi membubarkan badan usaha milik daerah (BUMD) seperti PT WUS dan PT Sumekar yang dinilai hanya menjadi beban dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Suasana sempat memanas ketika massa mencoba masuk ke kantor Bupati karena merasa tidak ada pejabat yang bersedia menemui mereka. Mereka bahkan sempat menyegel pintu utama kantor sebagai bentuk protes.

Aksi berjalan selama lebih dari satu jam dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Sumenep terkait tuntutan mahasiswa tersebut.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *