SUMENEP, sekitarjatim.com — Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sumenep resmi melantik Ainul Yakin sebagai ketua baru periode berjalan. Pelantikan berlangsung di Warung Brewok, Jalan Pahlawan, Kelurahan Pajagalan, Rabu (11/2/2026), dan dihadiri jajaran pengurus serta perwakilan petani tembakau setempat.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus meningkatkan daya saing tembakau lokal di pasar nasional maupun internasional.
Direktur Naghfir Institut Sumenep, Dr. Naghfir, SH, M.Kn, menyatakan komitmennya untuk mendukung kepengurusan baru APTI dalam mendorong peningkatan mutu produksi dan stabilitas harga tembakau.
“Kami melihat potensi tembakau Sumenep sangat besar, bukan hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai sumber ekonomi masyarakat. Naghfir Institut siap bersinergi dengan para petani agar kualitas tembakau tinggi dan harga jualnya adil,” kata Dr. Naghfir kepada wartawan usai pelantikan.
Menurut dia, kepemimpinan Ainul Yakin diharapkan mampu memperkuat daya tawar petani terhadap pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan tembakau impor yang selama ini masih masuk ke industri dalam negeri.
“Kolaborasi dengan industri rokok nasional adalah kunci. Kami ingin tembakau lokal tidak hanya menjadi alternatif, tetapi mampu bersaing dan mengimbangi impor,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas tembakau harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari praktik budidaya hingga tata kelola pemasaran. Upaya tersebut dinilai penting agar petani memperoleh nilai jual yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas tidak hanya soal teknik bertani, tetapi juga pengelolaan pemasaran. Harga tinggi akan tercapai jika kualitas terjaga dan pasar domestik lebih proaktif membeli produk lokal,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru di tubuh APTI Sumenep dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Naghfir Institut, para petani tembakau di wilayah tersebut diharapkan semakin optimistis menghadapi musim tanam dan dinamika pasar ke depan.
Sinergi antara petani, asosiasi, dan industri rokok nasional diproyeksikan menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan sektor tembakau daerah serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian lokal.(qin/fir)






