Kapolri Ingatkan Ancaman Deepfake dan Disinformasi, Media Diminta Jadi Penjaga Fakta

  • Bagikan
Kapolri Ingatkan Ancaman Deepfake dan Disinformasi, Media Diminta Jadi Penjaga Fakta

JAKARTA, sekitarjatim.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peran media massa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya terkait ancaman misinformasi dan disinformasi yang kian masif.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam acara “Berbuka Puasa Polri Bersama Insan Pers” yang digelar di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti percepatan perkembangan teknologi digital, termasuk kemunculan teknologi deepfake berbasis AI yang dinilai membawa dampak signifikan bagi kehidupan sosial.

Menurutnya, tantangan informasi saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjadi persoalan global. Ia merujuk pada Global Risk Report yang menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko utama yang berdampak luas.

“Berdasarkan Global Risk Report, salah satu hal yang menimbulkan dampak global adalah misinformasi dan disinformasi,” ujarnya, Rabu (25/2).

BACA JUGA:  Pj Bupati Pamekasan Lantik 8 Pejabat Pimpinan Pratama, Berikut Nama-namanya

Kapolri menilai dampak penyebaran informasi keliru tidak hanya dirasakan di tingkat internasional, tetapi juga merambah kehidupan masyarakat sehari-hari di dalam negeri.

“Tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari, dan tentunya ini menjadi tantangan kita semua,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Listyo Sigit menekankan bahwa media memiliki posisi strategis sebagai rujukan publik untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap insan pers terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menyajikan berita.

“Sehingga kemudian masyarakat tidak tenggelam dan terbawa oleh misinformasi ataupun disinformasi yang memang sangat luar biasa terjadi, khususnya di media sosial,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pengurus JMP Pamekasan 2025–2027 Resmi Dikukuhkan di Arek Lancor, Momentum Penguatan Pers Daerah

Selain sebagai penyampai informasi, Kapolri juga memandang media sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus jembatan komunikasi antara institusi dan masyarakat. Peran ini dinilai penting untuk memastikan aspirasi publik tersampaikan secara proporsional, termasuk terhadap kinerja Polri maupun lembaga lainnya.

Ia pun mengajak media untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika informasi digital yang terus berkembang.

“Oleh karena itu, tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ucapnya.

Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi antara Polri dan insan pers, sekaligus penegasan komitmen bersama dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.(*/FIR)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *