ENTERTAINMENT — Masa depan penayangan serial dokumenter keluarga Osbourne berjudul Home to Roost kini dalam ketidakpastian, menyusul kabar duka atas wafatnya legenda musik rock, Ozzy Osbourne, pada Selasa (22/7).
Serial dokumenter tersebut disetujui BBC sejak 2022 sebagai proyek 10 episode yang mengikuti kehidupan Ozzy dan istrinya, Sharon Osbourne, saat kembali menetap di Inggris bersama anak-anak mereka, Kelly dan Jack, setelah lama tinggal di Los Angeles.
Digarap oleh rumah produksi Expectation, dokumenter ini semula diposisikan sebagai penerus spiritual dari acara populer The Osbournes yang tayang di MTV pada 2002–2005. Meski proses syuting telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir, hingga kini belum ada jadwal tayang resmi yang diumumkan oleh BBC.
Sumber internal mengungkapkan kepada media Deadline bahwa masih ada harapan Home to Roost bisa tetap dirilis, meski kemungkinan besar dalam format yang berbeda, bukan lagi sebagai serial panjang. Opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menyajikannya sebagai film dokumenter berdurasi tunggal.
Program ini awalnya dikembangkan oleh Clare Sillery, Kepala Divisi Dokumenter BBC. Tiga nama tercatat sebagai produser eksekutif: Ben Wicks, Colin Barr, dan Louisa McKay, sementara Banijay Rights bertugas untuk distribusi internasional.
Pihak BBC belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan dokumenter ini.
Kabar meninggalnya Ozzy Osbourne, vokalis utama grup Black Sabbath, diumumkan langsung oleh pihak keluarga. Meski tidak disebutkan penyebab pasti, diketahui dalam beberapa tahun terakhir Ozzy menghadapi berbagai masalah kesehatan serius.
“Dengan kesedihan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kami memberitahukan bahwa Ozzy Osbourne yang kami cintai telah meninggal dunia pagi ini,” tulis keluarga Osbourne dalam pernyataan resmi. “Ia berpulang dalam damai dikelilingi keluarga dan cinta. Kami mohon privasi kami dihormati selama masa berduka ini.”
Sebelum kepergiannya, Ozzy sempat tampil dalam konser reuni bersama Black Sabbath yang disiarkan secara langsung pada 5 Juli lalu, didampingi sejumlah musisi ternama dari dunia hard rock dan heavy metal.(*)






