Produser Jon Landau Tetap Diakui Berkontribusi dalam “Avatar: Fire and Ash”

  • Bagikan
Produser Jon Landau Tetap Diakui Berkontribusi dalam “Avatar: Fire and Ash”

ENTERTAINMENT — Mendiang produser asal Amerika Serikat Jon Landau tetap diakui berkontribusi dalam film ketiga waralaba Avatar, berjudul Avatar: Fire and Ash, yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 17 Desember 2025. Meski telah wafat pada Juli 2024, nama Landau tetap tercantum sebagai produser (p.g.a.) karena sebagian besar tugas produksinya telah diselesaikan sebelum meninggal dunia.

Sutradara sekaligus produser Avatar, James Cameron, menyebut peran Landau sangat menentukan dalam membangun kultur kerja dan kebersamaan tim di balik layar. “Dia melakukannya melalui kebaikan, dan melalui berbagi, dan melalui menciptakan semangat kebersamaan. Dan sebagian besar keluarga Avatar keluarga di balik layar, bukan keluarga di layar persahabatan antara para pemeran dan para seniman, dan sebagainya, adalah hasil karyanya,” kata Cameron dalam wawancara yang dilansir LaughingPlace.com, Kamis.

Avatar: Fire and Ash diproduksi secara simultan dengan film kedua, Avatar: The Way of Water (2022). Cameron menegaskan, meski bukan film terakhir dalam saga tersebut, nilai-nilai kerja yang ditanamkan Landau tetap dijaga oleh tim produksi. “Jadi sekarang tugas kami, sebagai kelanjutan dari keluarga Avatar itu, adalah untuk menjaga kekompakan dan rasa saling menghormati, serta rasa senang dan semangat bermain,” ujar Cameron.

BACA JUGA:  Model Korea Selatan Kim Jong Suk Meninggal Dunia di Usia 29 Tahun, Penyebab Masih Dirahasiakan

Sepeninggal Landau, tanggung jawab menjaga kesinambungan saga Avatar hingga film kelima berada di tangan James Cameron bersama para produser eksekutif, antara lain Richard Baneham, Rae Sanchini, dan David Valdes. Cameron menilai Landau memiliki peran penting dalam menyeimbangkan tekanan produksi dengan suasana kerja yang sehat. “Menurutku kami saling melengkapi. Kurasa dia [Landau] selalu mengingatkanku tentang pentingnya hal itu… ‘Semakin berat pekerjaannya, semakin banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk bersenang-senang sambil bekerja, dan semakin banyak waktu yang harus Anda luangkan untuk orang-orang yang bersama Anda’,” kata Cameron.

BACA JUGA:  Lee Si Young Umumkan Kehamilan Anak Kedua Lewat Proses IVF Tanpa Persetujuan Mantan Suami

Cameron juga menyebut Landau membentuk pandangannya tentang proses pembuatan film. “Ketika saya memulai karier, film adalah hal yang terpenting, dan segala sesuatu di sepanjang jalan tidak penting. Sekarang saya melihatnya sebagai proses perjalanan sehari-hari yang merupakan hal terpenting,” ujarnya.

Rekam jejak Jon Landau tercatat kuat di industri film global. Tiga dari empat film terlaris sepanjang masa berada di bawah keterlibatannya sebagai produser. Sejak dirilis pada 2009, film pertama Avatar mencetak pendapatan lebih dari 2,9 miliar dolar AS dan menjadi film terlaris sepanjang masa. Kesuksesan itu berlanjut melalui Avatar: The Way of Water (2022) yang meraih pendapatan sekitar 2,3 miliar dolar AS dan memenangkan Oscar kategori Efek Visual Terbaik dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *