JAKARTA, sekitarjatim.com — Menjelang penutupan tahun 2025, umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut datangnya bulan Rajab 1447 Hijriah. Bulan yang termasuk dalam empat bulan haram ini diperkirakan bertepatan dengan penghujung Desember 2025 dan menjadi penanda awal peningkatan aktivitas ibadah menjelang Ramadan.
Berdasarkan kalender Hijriah yang beredar, awal Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada Minggu (21/12/2025) atau Senin (22/12/2025), bergantung pada hasil rukyatul hilal. Jika mengacu pada perkiraan tersebut, masuknya bulan Rajab beriringan dengan masa libur akhir tahun yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan bersama keluarga.
Ustadz Lukmanul Hakim menjelaskan Rajab memiliki keutamaan khusus karena termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam.
“Rajab adalah bulan haram, maka setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Puasa sunnah di bulan ini menjadi sarana melatih diri sebelum memasuki Ramadan,” ujarnya saat diwawancarai RRI Lhokseumawe.
Sejumlah puasa sunnah dianjurkan selama bulan Rajab. Di antaranya puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Rajab. Untuk tahun ini, puasa tersebut diperkirakan jatuh pada Jumat hingga Minggu, 2–4 Januari 2026. Selain itu, puasa sunnah Senin dan Kamis juga dapat dilakukan sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026.
Ustadz Lukmanul Hakim menambahkan, umat Islam juga diperbolehkan melaksanakan puasa sunnah mutlak pada awal bulan Rajab.
“Selama tidak meyakini adanya pengkhususan hari tertentu tanpa dalil, maka puasa di awal Rajab adalah amalan yang baik dan berpahala,” katanya.
Masuknya bulan Rajab kerap dimaknai sebagai momentum persiapan spiritual. Dengan bertepatan pada akhir tahun Masehi, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan periode tersebut tidak hanya sebagai pergantian kalender, tetapi juga sebagai penguatan ibadah dan amal saleh menjelang bulan-bulan berikutnya.(*)






