PAMEKASAN, sekitarjatim.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan menegaskan komitmennya dalam memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan melalui kolaborasi lintas sektor. Penegasan itu disampaikan Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, SH., M.Si. saat membuka Talkshow Pentahelix dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang digelar PWI Kabupaten Pamekasan.
Dalam forum yang dihadiri unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, serta insan pers tersebut, Bupati menempatkan pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan dan menjaga kualitas demokrasi.
“Mengawali sambutan ini, secara khusus saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengucapkan selamat Hari Pers Nasional dan HUT ke – 80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Disamping itu, saya juga mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan talkshow pentahelix ini,” ujar Bupati.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat empat pilar demokrasi, yakni eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers sebagai pilar keempat.
“Semoga melalui kegiatan ini, semakin menumbuhkan sinergiats antara 4 pilar demokrasi yaitu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan selaku eksekutif, legislatif, yudikatif dan insan pers sebagai pilar ke – 4 demokrasi,” tegasnya.
Bupati Kholilurrahman menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan terbuka terhadap kontrol sosial dan kritik konstruktif dari media. Ia menilai, kehadiran pers yang profesional dan independen menjadi elemen penting dalam menjaga transparansi kebijakan publik.
“Disamping itu, kita juga berharap agar pers kita senantiasa mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menyampaikan informasi yang cerdas dan akurat khususnya tentang proses dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pamekasan. Kebenaran informasi yang dihadirkan kepada publik, tidak hanya berfungsi sebagai media kontrol, tetapi juga mencerahkan dan mencerdaskan bagi publik,” katanya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa kemerdekaan pers telah dijamin oleh undang-undang dan menjadi bagian dari hak asasi warga negara. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan profesionalisme.
“Pasal 4 Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Pers dinyatakan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Hal ini berarti bahwa pers bebas dari tindakan pencegahan, pelarangan dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk memperoleh informasi terjamin. Tetapi pers juga harus bertanggungjawab terhadap kebenaran informasi yang disajikan sehingga pers dapat mencerahkan tidak menyesatkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan pentingnya pendekatan pentahelix dalam pembangunan daerah, yakni kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media. Menurutnya, model ini relevan untuk mendorong inovasi serta memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Pamekasan Hairul Anam menyampaikan bahwa talkshow tersebut menjadi puncak peringatan HPN 2026 di Pamekasan sekaligus momentum memperkuat peran pers dalam demokrasi lokal.
Ia menegaskan bahwa tema yang diusung selaras dengan semangat membangun daerah melalui kolaborasi yang sehat. “Empat pilar ini meliputi yudikatif, legislatif, dan eksekutif. Alhamdulillah, semuanya hadir di talkshow malam ini,” ujarnya.
Menurut Anam, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat, di mana pers menjadi jembatan informasi yang objektif dan berimbang.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Akhirnya dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiem, Talkshow Pentahelix tentang ’Menguatkan 4 Pilar Demokrasi’ yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan secara resmi saya nyatakan dibuka dan dapat dimulai,” ucapnya.
Melalui momentum HPN 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menegaskan komitmennya untuk terus membangun tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan responsif, sejalan dengan visi mewujudkan Pamekasan yang cerdas, sejahtera, dan mandiri.(*/gi’)






