SUMENEP, sekitarjatim.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, perwakilan keluarga besar Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Ra Adlan, mengajak masyarakat melestarikan tradisi nyalase melalui kegiatan ziarah kubur dan haul majemuk, Senin (17/2/2025).
Tradisi nyalase dikenal luas sebagai budaya masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini lazim dilakukan menjelang Ramadhan dengan mengunjungi makam keluarga, membersihkan area pemakaman, serta memanjatkan doa bersama bagi para leluhur.
Kegiatan tersebut digelar di kompleks pemakaman RT 003 Kampung Biyan, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto. Sekitar 300 jamaah hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari masyayikh, asatidz dan ustadzat, santri, alumni, masyarakat umum, serta warga setempat.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan tiga kali khatmil Qur’an pada pukul 08.00 hingga menjelang Dzuhur. Kemudian dilanjutkan pada sore hari dengan tawassul, pembacaan Surat Yasin, dan tahlil bersama mulai pukul 15.00 hingga selesai. Doa-doa dipanjatkan secara kolektif untuk para almarhum dan almarhumah keluarga besar masyarakat setempat.
Ra Adlan mengaku terharu melihat kekompakan warga, alumni, dan santri dalam menjaga tradisi tersebut.
“Kami terharu atas kekompakan warga, alumni serta santri yang betul-betul kompak dalam menghidupkan rutinan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, ziarah kubur sebelum Ramadhan umumnya dilakukan masing-masing keluarga secara terpisah dengan mengunjungi makam sesepuhnya.
“Tentu doa dan ziarah bersama lebih menambah keberkahan dalam panjatan doa kepada almarhumin dan almarhumah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 003 Kampung Biyan, Pak Kacung, menyampaikan apresiasi kepada para masyayikh dan seluruh pihak yang konsisten membimbing masyarakat.
“Mewakili warga RT 03 Biyan khususnya dan seluruh jamaah Haul Majemuk, kami berterima kasih kepada masyayikh Raudlatul Ulum yang senantiasa membimbing dan membersamai kami setiap waktu,” tuturnya.
Tradisi nyalase dan haul majemuk ini diharapkan terus lestari sebagai warisan spiritual masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya doa bagi leluhur, serta mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan khusyuk.(qin/gi’)






