Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah hingga Rp50 Juta bagi Warga yang Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan

  • Bagikan
Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah hingga Rp50 Juta bagi Warga yang Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan

BANDUNG, sekitarjatim.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan hadiah sebesar Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan, seperti begal, copet, dan jambret, lalu menyerahkannya kepada aparat kepolisian dalam keadaan hidup.

Kebijakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu penegakan keamanan di wilayah Jawa Barat.

“Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (23/7/2026).

BACA JUGA:  Penerimaan Negara Januari 2026 Capai Rp172,7 Triliun, Pajak Tumbuh 30,8 Persen

Selain mengumumkan sayembara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memperkuat koordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk meningkatkan pengamanan di daerah rawan tindak kriminal, khususnya kawasan Bandung Raya.

“Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” kata Dedi.

Ia juga meminta aparat meningkatkan intensitas patroli malam hari dengan menempatkan kendaraan patroli, Satpol PP, dan petugas pemadam kebakaran di sejumlah titik strategis guna memperkuat pencegahan kejahatan.

BACA JUGA:  Polres Pamekasan Tangkap Pria Diduga Terkait Jambret Maut

“Pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam, lampu tanda bahayanya harus terus menyala, Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu,” ujarnya.

Selain itu, Dedi mengajak masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk gotong royong dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Warga bersiskamling menjaga diri dan dijaga diri, ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong-royong,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *