Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan Lahan 2 Juta Hektare

  • Bagikan
Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan Lahan 2 Juta Hektare

JAKARTA, sekitarjatim.com – Pemerintah menargetkan produksi bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 20 persen atau E20 dapat dimulai dalam dua tahun mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya, sekitar 2 juta hektare lahan diperkirakan perlu disiapkan.

Rencana tersebut telah dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertanian mendapat tugas menyiapkan rencana pengembangan lahan untuk mendukung produksi etanol dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah menargetkan setidaknya E20 sudah dapat diproduksi dalam kurun dua tahun.

“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar 2 tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Dalam skema E20, bahan bakar dicampur dengan etanol sebesar 20 persen. Pemerintah menilai tebu menjadi salah satu bahan baku yang paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan etanol tersebut.

BACA JUGA:  Warga Datangi Lahan PT GML, Pertanyakan Rencana Tambang Timah di Kebun Sawit

Untuk menopang produksi dalam skala besar, pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan mencapai sekitar 2 juta hektare. Potensi pengembangannya tersebar di sejumlah wilayah, mulai Pulau Jawa, Sumatera hingga Papua.

Selain Kementerian Pertanian, Danantara direncanakan mengambil peran dalam pembangunan industri pengolahan etanol. Pemerintah menginginkan kebutuhan etanol untuk program E20 dapat dipenuhi melalui produksi di dalam negeri.

“Danantara nanti industrinya ya, mengonversi Etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu, ya. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektar. Ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatera, akan siapkan,” bebernya.

Zulhas mengakui ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan target tersebut. Pemerintah, kata dia, telah melakukan pemetaan untuk mencari lahan yang dapat digunakan.

BACA JUGA:  GMC Kota Malang Gelar Lomba Mancing, Kolaborasi dengan Komunitas Mancing Mania

Pengembangan juga akan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), sementara Kementerian Pertanian bertugas melakukan pemetaan dan mempersiapkan kebutuhan lahan.

Penerapan E20 disebut menjadi tahap awal dari rencana pemerintah meningkatkan porsi etanol dalam bahan bakar secara bertahap. Dalam jangka panjang, pemerintah mengarahkan pengembangan hingga mencapai campuran etanol 50 persen atau E50.

“Bertahap kita akan menuju E50 seperti B50, tapi yang pertama ini E20. Jangka panjang akan menuju E50. Untuk tahap pertama tadi itu 2 juta, bottleneck-nya lahan, ya. Tapi setelah dipetakan, ditugaskan kepada BUMN dan Pak Mentan tadi dipetakan, kemungkinan kita akan dapat 2 juta itu,” tutup Zulhas.

Dengan target dua tahun tersebut, kesiapan lahan, pasokan tebu, kapasitas industri pengolahan serta produksi etanol domestik menjadi sejumlah kebutuhan yang harus disiapkan sebelum E20 dapat diproduksi dalam skala yang ditargetkan pemerintah.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *