SAMPANG, sekitarjatim.com — Rencana distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, belum terealisasi hingga pertengahan Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menargetkan penyaluran mulai dilakukan pada akhir Agustus.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, distribusi masih dalam tahap persiapan, terutama untuk menentukan jadwal dan rute pengiriman ke wilayah terdampak yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Untuk pelaksanaan Agustus, kita mengatur jadwal. Rencananya akhir Agustus ini,” kata Fajar.
BPBD mencatat 12 dari 14 kecamatan di Sampang masuk kategori kering kritis. Sebanyak 78 desa ditetapkan sebagai prioritas distribusi air bersih.
Namun, penyaluran terkendala keterbatasan armada. Saat ini BPBD Sampang hanya memiliki dua truk tangki, ditambah satu armada milik PDAM.
“Untuk sementara ada tiga tangki,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, jumlah tersebut belum memadai untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak. BPBD mempertimbangkan menyewa armada tangki milik pihak lokal agar distribusi dapat diperluas.
Pemerintah Kabupaten Sampang juga menyiapkan anggaran Rp75 juta untuk penanganan kekeringan. Selain itu, BPBD Sampang mengajukan bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur guna memperkuat dukungan penanganan kekeringan.
Dengan keterbatasan armada dan anggaran, distribusi air bersih nantinya dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kondisi kebutuhan di lapangan.






