Trulli

Tagih Sisa Utang Rp500 Ribu, Warga Probolinggo Dibacok hingga Meninggal

  • Bagikan
Tagih Sisa Utang Rp500 Ribu, Warga Probolinggo Dibacok hingga Meninggal

PROBOLINGGO, sekitarjatim.com — Niat Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menagih sisa utang Rp500 ribu berujung maut. Ia meninggal dunia setelah lima hari menjalani perawatan akibat luka bacok dalam insiden di Jalan Desa Tunggakcerme.

Supandang mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (15/8/2026) setelah sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Jenazahnya kemudian dimakamkan sekitar pukul 22.00 WIB di RSUD dr Soebandi, Jember.

Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, membenarkan kabar meninggalnya Supandang.

“Benar meninggal hari Sabtu, di rumah sakit Jember, sudah dimakamkan malam kira-kira jam 22.00 WIB,” ujar Ruslan saat dikonfirmasi, Senin (18/8/2026).

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Selasa (11/8/2026). Berdasarkan informasi awal, korban diduga hendak menagih sisa utang kepada seseorang yang kemudian menjadi terduga pelaku.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Pamekasan Lakukan Tes HIV bagi 53 Warga Binaan Baru

Keduanya disebut berpapasan di Jalan Desa Tunggakcerme. Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga terjadi pembacokan. Supandang mengalami luka serius, di antaranya pada bagian leher dan punggung.

Korban sempat mendapat penanganan di IGD Rumah Sakit Ar Rozy, Kota Probolinggo, sebelum kemudian menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit di Jember.

Dalam penanganan perkara, polisi mengamankan dua warga Desa Tunggakcerme, yakni Riyadi (60) dan putranya, Kosnadi (35). Kosnadi telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan keterlibatan Riyadi masih didalami penyidik.

Ruslan mengatakan kedua orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi.

BACA JUGA:  Makrab HMPS PBS UIN Madura Berlangsung di Trawas, Jadi Ajang Pererat Solidaritas Mahasiswa Baru

“Benar kalau pelakunya dua orang ini sekarang masih diperiksa intensif pihak kepolisian,” kata Ruslan.

Sempat muncul rencana aksi dari keluarga korban karena mendapat informasi bahwa polisi hanya mengamankan satu orang. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah polisi mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan penjelasan terkait proses penyidikan.

“Rencana keluarga mau demo, karena keluarga mengira hanya satu pelaku yang ditangkap dan satu pelaku tidak,” ungkapnya.

“Beruntung gak jadi, karena Polsek sudah ke rumah korban, ngasih pengarahan dan penjelasan, masih proses pemeriksaan,” ujar Ruslan.

Dengan meninggalnya korban, polisi kini masih mendalami perkara tersebut, termasuk kronologi kejadian, motif pembacokan, serta peran masing-masing pihak yang diamankan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *