Gandeng Ayunda Permata, Lapas Pamekasan Sulap Lahan Idle Jadi Produktif

  • Bagikan
Gandeng Ayunda Permata, Lapas Pamekasan Sulap Lahan Idle Jadi Produktif

PAMEKASAN, sekitarjatim.com – Lapas Kelas IIA Pamekasan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan menjadi kawasan produktif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.

Sebanyak 45 warga binaan dilibatkan dalam tahap awal program tersebut. Mereka mendapat pembinaan di bidang pertanian hortikultura hingga budidaya ayam petelur sebagai bekal keterampilan menjelang kembali ke masyarakat.

Program itu ditandai dengan kegiatan “Pesta Petik Buah Semangka Gold” di Kebun SAE Farm Lapas Kelas IIA Pamekasan, Selasa (15/9/2026). Dalam pelaksanaannya, pihak lapas menggandeng CV Ayunda Permata Sejahtera serta sejumlah instansi dan kelompok tani.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan Sugeng Hardono mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Laporan kegiatan ini mengenai pemanfaatan lahan idel untuk ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dasarnya adalah UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Asta Cita penguatan kemandirian pangan,” ujarnya.

Menurut Sugeng, program tahap pertama melibatkan 45 warga binaan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lebih produktif.

BACA JUGA:  Warga Binaan Asal Malaysia di Lapas Narkotika Pamekasan Terima Remisi di Hari Raya Waisak

“Maksudnya untuk mengoptimalkan tata kelola lahan idel menjadi lahan produktif. Kami selenggarakan pembinaan melalui kegiatan pertanian hortikultura dan budidaya ayam petelur,” katanya.

Pelaksanaan program tidak hanya melibatkan pihak lapas. Sejumlah pihak turut digandeng untuk mendukung pembinaan, mulai dari sektor swasta, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga kelompok tani.

“Kami menggandeng pihak swasta CV. Ayunda Permata Sejahtera, serta instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja, Universitas Madura, RRI, dan Kelompok Tani Sanren. Pengelolaan upah atau premi didukung oleh BRI,” jelas Sugeng.

Sementara itu, Owner CV Ayunda Permata Sejahtera melalui Manager Eksternal, Samhari, mengatakan pihaknya memberikan dukungan mulai dari fasilitas hingga permodalan. Dalam aspek peningkatan keterampilan pertanian, perusahaan juga menggandeng Kelompok Tani Sanren Pamekasan.

“Peran kami mulai dari penyediaan fasilitas, permodalan, sampai kebutuhan lainnya. Kami menggandeng Kelompok Tani Sanren Pamekasan untuk melakukan alih teknologi,” ujarnya.

Menurut Samhari, pembinaan diprioritaskan kepada warga binaan yang mendekati masa bebas. Dengan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan, mereka diharapkan memiliki kesiapan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha setelah kembali ke masyarakat.

BACA JUGA:  Istana Pastikan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Tak Panik

“Kami libatkan warga binaan yang hampir bebas. Harapannya saat keluar mereka sudah punya keterampilan dan siap kerja sesuai standar UMR. Nanti ada bekal modal di buku tabungan masing-masing,” katanya.

Selain memberikan keterampilan, program tersebut juga diarahkan untuk membantu proses reintegrasi sosial warga binaan. Samhari berharap pembinaan produktif dapat mengurangi stigma ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

“Ini untuk mengubah stigma negatif masyarakat. Agar warga binaan bisa setara dan diterima sebagai warga yang rata dengan yang lain,” tegasnya.

Lapas Pamekasan selanjutnya akan menyusun rencana operasional dan pembagian tugas terhadap 45 warga binaan yang mengikuti program. Pengembangan kegiatan juga direncanakan menyasar sektor lain.

“Ke depan juga ada rencana perluasan di bidang pertanian dan peternakan kambing di belakang Lapas,” pungkasnya.

Program pemanfaatan lahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya penguatan kemandirian pangan melalui kegiatan pertanian dan peternakan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *