ENTERTAINMENT — Aktris sekaligus selebgram Erika Carlina akhirnya angkat bicara mengenai kabar kehamilan yang selama ini ia sembunyikan dari publik. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Deddy Corbuzier di podcast Close The Door, Erika mengungkap bahwa ia memutuskan bersuara karena merasa mendapat ancaman dari pria yang menghamilinya.
“Alasan aku akhirnya bicara sekarang bukan karena cari simpati atau sensasi. Tapi karena dia (pria tersebut) mengancam. Aku takut dia melakukan sesuatu yang bisa membahayakan aku atau anakku,” ujar Erika dengan nada emosional dalam podcast yang tayang pada Selasa (16/7).
Erika mengaku bahwa kehamilan tersebut merupakan hasil dari hubungan di luar pernikahan. Ia sempat merencanakan pernikahan dengan pria tersebut, namun membatalkannya setelah mengetahui bahwa calon pasangannya telah memiliki anak dari hubungan sebelumnya dan menyembunyikan fakta tersebut.
Bukti Ancaman dan Tekanan Psikologis
Dalam pernyataannya, Erika mengklaim memiliki bukti ancaman berupa pesan WhatsApp dari pria yang diduga sebagai ayah biologis bayinya. Meskipun tidak mengungkapkan isi pesan secara rinci, ia menegaskan bahwa tekanan psikologis dan bentuk manipulasi yang diterimanya telah membuatnya merasa tidak aman.
“Aku sekarang bukan hanya mikirin diri sendiri. Ada anakku juga. Jadi ini langkah untuk melindungi dia,” ujarnya sambil menunjukkan perutnya yang sudah memasuki usia kehamilan sembilan bulan.
Pilih Bertanggung Jawab dan Tidak Lari dari Masalah
Erika menuturkan bahwa ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit, namun memilih mempertahankan kehamilan meski dalam kondisi tidak ideal.
“Aku bisa saja ambil jalan pintas. Tapi aku nggak mau. Ini memang kesalahan besar dalam hidupku, tapi aku tidak mau lari. Aku mau bertanggung jawab,” tegasnya.
Reaksi Publik dan Dukungan Netizen
Pengakuan terbuka Erika ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyatakan dukungan atas keberaniannya mengungkap ancaman yang ia alami, serta menghargai keputusannya untuk speak up demi melindungi anaknya.
“Kalau sudah ada ancaman, memang harus dilawan. Speak up itu penting agar ada catatan publik,” tulis seorang pengguna media sosial X (dulu Twitter).
Netizen lainnya juga menyampaikan empati, mengingat tekanan psikologis yang mungkin dihadapi Erika selama menjalani kehamilan tanpa dukungan pasangan.
“Orang luar cuma lihat luarnya saja. Kita gak tahu apa yang dia alami. Salut karena memilih terbuka dan melindungi anaknya,” komentar pengguna lain.
Pesan untuk Perempuan Lain
Menutup pernyataannya dalam podcast, Erika menegaskan bahwa ia tidak ingin terus hidup sebagai korban. Keputusannya berbicara ke publik disebut sebagai bentuk perlindungan diri dan upaya menciptakan ruang aman bagi perempuan lain yang mengalami situasi serupa. “Aku gak mau anakku tumbuh besar tanpa tahu kebenaran. Aku gak mau dia dapat informasi yang salah dari media. Jadi biar aku yang jelaskan dari awal,” pungkasnya. (*)






