Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Bahlil Pastikan Pertalite Tak Naik

  • Bagikan
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Bahlil Pastikan Pertalite Tak Naik

JAKARTA, sekitarjatim.com Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia melonjak akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, harga Pertalite tetap stabil selama belum ada keputusan resmi dari pemerintah.

“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

Namun demikian, Bahlil mengakui bahwa BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan mengikuti mekanisme pasar dan berpotensi mengalami penyesuaian harga seiring fluktuasi minyak mentah global.

Lonjakan harga minyak dunia saat ini berada di kisaran 78 hingga 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Angka tersebut melampaui asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar 70 dolar AS per barel.

BACA JUGA:  Cegah Judi Online, Kalapas Narkotika Pamekasan Periksa Ponsel Seluruh Pegawai

Sebagai negara pengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, kenaikan harga global berisiko meningkatkan beban subsidi energi dalam APBN. Meski demikian, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari produksi domestik.

“Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” ucap Bahlil.

Ia menambahkan, penghitungan dampak fiskal tersebut dilakukan secara cermat mengingat menyangkut keberlanjutan subsidi energi dan stabilitas ekonomi nasional.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil rapat bersama Dewan Energi Nasional, pemerintah belum mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” kata Bahlil.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

BACA JUGA:  Penertiban Posko Donasi Penolakan PBB Ricuh, Satpol PP Pati Dituding Sewenang-wenang

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Sehari berselang, Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan tersebut. Televisi pemerintah Iran turut mengonfirmasi kematian Khamenei.

Di tengah eskalasi tersebut, media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif telah ditutup, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta sebagian besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Perkembangan situasi di kawasan tersebut terus dipantau pemerintah Indonesia karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global.(RIL/FIR)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *